Kapanlagi. com – Di Jepang, pabrik film panas (porn) dianggap sebagai salah satu jalan karir yang sangat wajar. Bahkan hingga zaman ini, industri ini masih tetap berjalan dan peminatnya juga betul banyak, baik dari orang-orang Jepang sendiri maupun berbagai belahan negeri.

Tak bisa dipungkiri jika industri film panas kerap mendapatkan pandangan negatif dari umum. Namun apakah benar jika tak ada satu pun hal pasti yang bisa dipelajari dari industri tersebut?

Belum lama ini, seorang narasumber dari MOMOTARO, sebuah studio film yang membikin film panas di Tokyo memeriksa untuk membocorkan berbagai macam bahan mengenai pekerjaan yang dijalaninya. Bahkan, sosok yang memiliki peran istimewa di industri film panas Jepang ini adalah seorang wanita loh. Namanya Rizu Suzuki.

“Aku bekerja di MOMOTARO jadi public relation, sales manajer & sutradara film panas. Sebenarnya saya itu pekerja yang bisa melakukan semuanya di perusahaan ini, ” ungkap Rizu di awal perkenalannya seperti dilansir dari channel Youtube Nobita fom Japan.

1. Jawab Tanggapan Miring Mengenai Film Panas

Banyak yang berpaham jika film-film panas bisa merusak mental anak-anak generasi muda. Zona, pada case ini, Rizu menetapkan jika film panas yang dibuat itu memang hanya boleh ditonton untuk orang-orang yang sudah dewasa.

“Pertama-tama, porn itu ratingnya R-18. Aku merasa porn itu seharusnya ditonton oleh karakter dewasa yang punya comon sense saja. Semua orang yang berjalan di industri film panas punya tanggung jawab untuk mengingatkan para-para penonton mengenai hal tersebut, ” ungkap Rizu.

2. Jumlah Aktris Hidup Panas yang Makin Meningkat

Lebih jauh, menurut Rizu saat ini jumlah aktris film panas di Jepang meningkat tajam. Hanya saja, ada beberapa dengan cuma menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan, sehingga akhirnya banyak yang join, lalu pergi begitu saja.

“Kukira jumlahnya terus menyusun. Masalahnya, tidak semua seperti selebriti TV yang terkenal atau bintang film panas professional yang menghasilkan banyak uang. Beberapa dari itu hanya muncul di sebuah hidup panas lalu menghilang begitu selalu. Kalau yang seperti itu hadir kategori, jumlahnya pasti sangat penuh, ” jelas Rizu.

“Sebenarnya, aku sering mengikuti belakangan ini makin banyak gadis-gadis yang suka rela mendaftarkan diri buat jadi bintang film panas. Kebanyakan karena mereka benar-benar ingin jadi aktris film panas yang populer dan sukses, ” tambahnya.

3. Anggapan Orang Sekitar Rizu Suzuki

Sebagian besar pekerja dalam industri film panas adalah pria. Rizu pun lantas menjelaskan bagaimana pandangan orang-orang terdekat ketika dirinya mulai terlibat dalam industri itu.

“Karena sering menjelma di media, mereka akhirnya terang tentang pekerjaanku. Kalau teman-temanku, itu cuma bilang, ‘ Wah pekerjaan itu kamu banget ‘. Kalau orang tuaku, mereka membiarkanku begitu saja. Mereka makin tidak berkata apa-apa. Semua orang di sekitarku sangat mendukung. Kira-kira karena aku benar-benar menikmati pekerjaanku. Melihatku seperti itu, aku taksir tidak ada yang berani melarangku, ” kenang Rizu.

4. Lebih Banyak Peminat Wanita

Selain memproduksi film-film panas, MOMOTARO juga kerap menggelar event-event seputar negeri seks yang tentunya bersifat edukatif. Dan dari situ diketahui bila peminat dari event tersebut benar besar, terutama para wanita.

“Menurutku gadis-gadis bisa meningkatkan teknik mereka di ranjang hanya dengan menonton film panas. & sebenarnya banyak sekali pasangan yang muncul ke event kami dan mereka benar-benar enjoy untuk berinteraksi dengan bintang film panas favorit. Melanggar event-event untuk belajar seks, bertambah banyak gadis-gadis yang datang ketimbang cowok. Menurutku semakin banyak perempuan yang jadi terbuka mengenai seks, ” ungkapnya.

5. Bisa Mengurangi Nilai Kejahatan Sensual

Pada setiap orang pasti punya preferensi seksual yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan mungkin yang bersifat berlebihan jika dilakukan di kehidupan nyata. Nah, menurut Rizu, nonton film panas dengan genre yang spesifik tersebut bisa saja membantu mengurangi tingkat kejahatan seksual.

“Kadang, orang-orang bisa memuaskan ambisi seks mereka hanya dengan nonton film panas, seperti hasrat buat memerkosa atau pedofil. Kalau kamu melakukan hal tersebut di kesibukan nyata, tentu saja akan maka kejahatan yang sangat buruk. Tapi mungkin mereka bisa memuaskan kehendak tersebut dengan nonton film radang. Jika begitu, maka menurutku film panas malah menangkal kejahatan seksual, ” tambah Rizu.

6. Harapan Rizu Suzuki

Di penghujung gambar, Rizu juga mengungkapkan misi terbesarnya dalam industri film panas. Ia rupanya ingin membuat film panas yang mengandung pesan-pesan edukasi terkait kehidupan seks yang bisa dipetik pelajaran oleh para penontonnya.

“Aku ingin membuat suatu film panas yang bersifat les, di mana kamu bisa membiasakan mengenai seks. Sebenarnya aku telah tidur dengan lebih dari 200 pria, mungkin aku bisa menganjurkan beberapa pembelajaran tentang seks dari pengalamanku tersebut. Seperti, apa yang tidak boleh dilakukan atau apa yang bisa membuat seorang wanita bahagia di ranjang. Aku berniat bisa jadi seorang influencer di bidang seks yang bisa menyerahkan berbagai tips-tips berguna seputar kesibukan bercinta, ” tutup Rizu.