Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Kapanlagi. com – Sudah dua hari Hanna Kirana menjalani syuting Sinetron ‘Mega Series Suara Hati Istri: Zahra’ Indosiar. Hanna Binar menggantikan Lea Ciarache l dengan sebelumnya memerankan karakter Zahra. Artis 18 tahun itu mengaku merasa terbebani mengoper Lea Ciarachel dalam sinetron tersebut.

“Beban, soalnya untuk menggantikan karakter yang sudah diperankan serupa orang itu susah gerangan kata aku. Cuma membangun di sini posisinya ego juga belajar akting, & aku juga mau menghibur orang orang dan sedia berkarya, ” kata Hanna Kirana di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (4/6/2021).

1. Akui Tidak Mudah

Huruf Zahra di sini merupakan menjadi seorang istri ketiga dari seorang pria bernama Tirta, diperankan oleh Panji Saputra. Hanna Kirana mengutarakan, memerankan tokoh Zahra tidaklah mudah. Pasalnya, dia tidak terlalu paham betul dengan jalan apa dirinya memerankan seorang istri ketiga. Mengingat usia Hanna Kirana juga masih terhormat muda yakni 18 tahun.

“Sebenernya membangun si Zahra ini sungguh karakternya anak kecil membangun yang polos yang banal. Beda banget sama pedusi istri yang lain gitu membangun. Aku kan masih 18 tahun juga dan saya pun ngebayangin misalnya di umur aku terus ego harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai awalnya. Terus kondisi dia sudah punya istri awak udah ngebayangin gimana agaknya jadi Zahra ini. Taat aku susah nggak pelik sih, ” ujar Hanna.

2. Sempat Kaget

Hanna mengaku sempat kaget ketika memerankan aktivis Zahra di sinetron ‘Mega Series Suara Hati Orang: Zahra’ Indosiar. Pasalnya, dia harus bisa membangun chemistry dengan lawan mainnya, yaitu Panji Saputra dalam periode singkat.

“Aku agak kaget sebenernya biasanya kan kalo bangun chemistry itu tidak waktu dengan singkat. Apalagi si Zahra dan si Tirta tersebut deket banget kan suami istri ini walaupun awalnya paksaan tapi kan lama lama si Zahra-nya udah mulai cinta sama Tirta, ” katanya.

3. Dibantu Panji Saputra

Beruntung, Hanna Kirana berlomba akting dengan Panji Saputra yang bersedia untuk membangun mengarahkan karakter Zahra.

“Kemaren aku take awalan tapi sendiri hanya untuk memunculkan wajah gres. Aku sempet ngobrol cocok mas Panji, kayak ‘kak tolong ya, tolong bantuin aku, aku kan mengandung sebenernya untuk memerankan Zahra’ kata kak Panji ‘kamu pasti bisa kok, kita banyak ngobrol aja’. Makanya aku sempet ngobrol sama dia ‘kak aku kudu gimana ya biar enak biar dapet feel-nya’, ” tutup Hanna Kirana.